Minggu, 06 September 2015

Puisi Bertema Sosial: Diatas Langit Masih Ada Langit

Diatas Langit Masih Ada Langit

Karya: Ilman Najah

Langit yang indah..
seakan menemani tunawisma saat kelaparan
hanya kerendah-hatian yang ia makan
nasib fakir miskin begitulah adanya
dijejali keangkuhan sesamanya

Mereka yang serba berlebihan
malah sibuk mempertontonkan keadaan
dibutakan rasa rakus
ditulikan angin setan yang menghembus
Mampus!

Untunglah masih tersisa seberkas cahaya 
untuk mengingatkan 'tak ada yang Maha Kaya
Kecuali Dia Sang Pencipta.

Kamis, 21 Agustus 2014

PENA

Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang saya gemari selain PenJasKes dan Bahasa Inggris. Sebenarnya, sejak duduk di bangku SD tidak ada satupun mata pelajaran di sekolah yang tidak saya sukai, akan tetapi minat belajar saya seringkali tergantung pada karakter dan cara mengajar guru di kelas.

Sedikit berbeda dengan yang lain, saat guru Bahasa Indonesia saya rasakan karakter dan cara mengajarnya tidak cocok dengan saya, saya malah terdorong untuk menyesuaikan dengan keadaan. Hal ini tidak saya sadari sampai akhirnya saya telah berada di kelas 2 Sekolah Menengah Atas(SMA). Saya mulai mengerti bahwa otak dan hati saya tidak menolak apapun dan bagaimanapun kondisi kelas dan guru saat pelajaran Bahasa Indonesia.

Kecintaan saya terhadap sastra khususnya puisi dan cerpen harus saya akui menjadi salah satu penyebab mengapa rasa nyaman selalu ada saat belajar Bahasa Indonesia. Namun, tidak bisa saya pungkiri bahwa kemudahan otak dan skill saya jauh lebih sanggup menerima pelajaran Bahasa Indonesia ketimbang pelajaran sejenis matematika.

Sampai sekarang Bahasa Indonesia tetap menjadi favorit saya di kelas. Saya harap mood belajar saya tidak terdapat perbedaan antara Bahasa Indonesia dengan pelajaran yang lain dan saya bisa terus berkarya dengan puisi dan cerpen dalam Bahasa Indonesia. Saya berdo'a agar semuanya lancar sampai nanti, saat pena saya berlumuran darah, dan saya menutup usia.
Aamiin..

Minggu, 06 Juli 2014

Argumen Kerinduan

Apakah rindu harus selalu ada?

Rinduku datang 'tak diundang
pulangnya pun entahlah kapan
tanpa mengetuk pintu dia berkunjung
lihainya macam pengutil ulung
sewaktu, buatku tersenyum sendiri
waktu lain, buat luka terpatri
tapi hati ini senang akan hadirnya
sebab mewarnai pucat dinding 'tak bertuan

Rindu yang tertahan menyesakkan..

Tapi caraku meresapi kerinduan malah buat hidupku bergairah
hariku serasa dinaungi mentari yang cerah
inginnya aku bersumpah
yang dibutuhkan bukan pelampiasan yang mewah, sayang
bukan.. percayalah..

Tapi, biasanya orang membunuh rasa rindu karena sakitnya..

aku tidak seperti mereka.
aku bukan orang biasa.
sejak aku mencinta dan terus bercita tentangmu
aku bukan lagi orang biasa.
aku tidak lagi seperti mereka.
menyakitkan mungkin iya
tapi membunuhnya bukan caraku merindukanmu


Ketahuilah, puncak kerinduan adalah bermunajat dalam do'a..

ya, aku setuju
sayangnya aku cukup sadar bahwa sebelum mencapai puncak
di dasarnya lah aku akan menapak
do'a bukan puncak bagiku
beliau mengiringi kerinduanku dari dasar hingga atas sana
karena jiwa ini menolak hanya bermunajat di akhir episode
ia ingin bertasbih pada-Nya sepanjang pendakian

Tapi, semua ini adalah fakta.

sayangnya akupun punya beberapa fakta
pertama, aku tetap tenggelam dalam kerinduanku
kedua, beginilah caraku mencintaimu
dan ketiga, rinduku bukan berdasar fakta yang ada

-BDG-


Rabu, 02 Juli 2014

INDONESIA NEGARA besar

Setujukah anda jika saya katakan bahwa Indonesia, negara kita, merupakan negara yang besar? Mau tak mau saya kira anda akan setuju. Namun, "besar" disini memiliki pengertian yang sangat luas bahkan nyaris tak terbatas. Bagaimana tidak, negara kita ini memiliki cakupan wilayah kenegaraan yang sangat luas. Orang-orang besar di dalamnya pun tidak boleh diremehkan. Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah yang bahkan didambakan oleh negara-negara maju. Prestasi-prestasi serta karya anak bangsa dalam lingkungan Nasional maupun Internasional pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Keramahan dalam bersosialisasi dan semangat gotong royong bangsa kita juga seakan sudah terkenal secara global. Serta sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang sangat historikal dan mengagumkan. Hal-hal itukah yang menjadi "kiblat" pembicaraan kita jika menyinggung tentang negara yang besar? Iya, benar. Namun, itu baru sebagian kecilnya.

Nah, Indonesia memang negara yang besar, bukan? Akan tetapi, negara besar seharusnya merupakan negara yang tidak hanya menciptakan atau memiliki hal-hal hebat yang memiliki pengaruh besar tapi "diasingkan" begitu saja. Tidak dipelihara. Tidak dijaga. Bahkan mungkin tidak diingat dan disadari. Kita sama-sama tahu bahwa cakupan wilayah kenegaraan Indonesia yang sangat luas berakibat pada sulitnya mempersatukan wilayah yang satu dengan yang lain antar daerah. Belum lagi kondisi geografis negara ini yang "berpulau-pulau" akan semakin menyulitkan saja. Orang-orang besar yang Indonesia miliki sebagian besar hanya tinggal "mulutnya" saja yang besar. Sedangkan aksi dan kontribusi mereka dalam upaya memperbaiki segala aspek kenegaraan belum terlihat maksimal. Nyaris nol bahkan! Lalu kekayaan alam, memang Indonesia kaya akan sumber daya alam, namun apalah artinya kaya namun tidak pandai dalam memanfaatkan serta menjaganya? Banyak sekali sumber daya alam di setiap daerah Indonesia yang kaya dan beraneka ragam. Sayangnya, kebanyakan proses pengolahan SDA-nya dilakukakan oleh perusahaan negara asing dan kita hanya menjadi buruh di "tambang emas" sendiri.

Selanjutnya mari kita singgung prestasi serta karya anak bangsa. Prestasi dan karya anak bangsa yang patut diacungi jempol menjadi salah satu penyebab Indonesia sebagai negara besar, namun, perhatian dan apresiasi negara terhadap mereka seolah mengecilkan kembali jati diri negara kita sendiri. Tidak sedikit prestasi Internasional anak bangsa namun lebih sedikit lagi yang diperhatikan. Jangankan prestasi Internasional, yang dalam negeri saja belum semua terekspose, bukan? Itu menyulitkan kita mendapatkan informasi yang aktual mengenai hal tersebut, sedangkan para pejabat negara malah sibuk mengekspose "prestasi" mereka dalam mendapatkan mobil mewah yang limited edition.

Yang terakhir, sejarah Indonesia yang mengagumkan yang juga berkaitan erat dengan tradisi dan kebiasaan masyarakat Indonesia dalam hal bersosialisasi dan berkomunikasi. Ingatkah anda dengan JAS MERAH? Ya, benar! Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Semboyan itu merupakan milik Presiden terdahulu kita, Ir. Soekarno, yang dipublikasikan pertama kali pada saat perayaan HUT RI tahun 1966. Maknanya adalah jika Indonesia ingin menjadi negara yang besar maka tidak boleh melupakan sejarahnya dan melakukan segala sesuatu hal dengan mempertimbangkan atau belajar dari pengalaman sendiri. Tampaknya mengingat dan belajar dari sejarah sudah Indonesia jalani. Tapi, mempertahankannya yang sulit. Lihat saja keadaan masyarakat sekarang ini yang cenderung semakin individualis. Sungguh sangat berbeda dengan masa-masa keemasan dulu. Pengaruh globalisasi mengakibatkan hilangnya tradisi masyarakat dalam bergotong royong. Padahal gotong royong merupakan alat pemersatu bangsa pada masa penjajahan. Dan hal tersebut menimbulkan penurunan derastis tingkat ramah-tamah warga Indonesia yang dulunya menjadi ciri khas kita.

Inilah yang saya maksud! Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa menjadi negara besar, namun, lebih besar lagi peluang untuk menjadi kecil. Jangan pernah kita salahkan kondisi geografis yang menyebabkan kesulitan pemersatuan bangsa. Jangan juga kita salahkan perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia. Dan Jangan pula kita sesalkan globalisasi yang masuk ke Indonesia. Karena sesungguhnya semuanya dapat diatasi dengan mudah jika ada sistem perencanaan pembangunan yang baik dan terstuktur. Mungkin negara yang salah. Tapi, lebih tepatnya bukan salah dan gagal melainkan belum berhasil. Dan tidak pantas juga kita salahkan dan limpahkan ke-belumberhasilan ini pada para pengurus negara. Karena harus diingat juga bahwa kita sebagai warga negara merupakan bagian dari negara Indonesia. Jadi, dengan kata lain besar kecilnya Indonesia merupakan tanggungjawab kita bersama. Baik para penerus bangsa yang sangat diharapkan untuk masa kedepannya maupun orang dewasa yang diharapkan senantiasa memberikan contoh yang baik serta bimbingan terhadap calon-calon penerus bangsa, sama-sama memiliki kewajiban mempertahankan potensi Indonesia untuk menjadi negara besar.

Bayangkan apabila kita membiarkan kondisi negara kita yang seperti sekarang ini... Maka akan timbul pertanyaan, jika anda belum dewasa, bersediakah anda tumbuh besar di negara yang kecil? Dan jika anda merasa sudah dewasa, bersediakah anda menghabiskan masa tua di masa "kebodohan"? Think It.

Selasa, 01 Juli 2014

Biografi Saddam Hussein

Saddam Hussein Abdul Majid Al-Tikriti atau lebih dikenal dengan nama Saddam Hussein lahir pada tanggal 28 April 1937 di kota Al-Awja, Irak. Dia terlahir di lingkungan penggembala dan keluarganya sendiri merupakan keluarga gembala. Ibunya, Subha Tulfah Al-Mussalat, memberikan nama "Saddam" yang dalam bahasa Arab berarti "dia yang menantang". Sedangkan nama lengkapnya sendiri, Hussein (nama kecil ayahnya), Abdul Majid (nama akakeknya), dan Al-Tikriti (nama sebuah kota yang jaraknya sekitar 13 km dari tempat ia dilahirkan).

Saddam tidak pernah mengenal ayahnya yang menghilang enam bulan sebelum ia dilahirkan. Saat masih dalam kandungan, Ibunya mengalami depresi hebat akibat kematian kakak Saddam yang saat iru berusia 13 tahun karena penyakit kanker. Bahkan ibunda Saddam pernah berusaha melakukan bunuh diri untuk menggagalkan kehamilannya meskipun tidak berhasil. Setelah lahir Saddam dikirim ke keluarga paman ibunya, Khairallah Talfah, hingga ia berusia 3 tahun.

Kehidupan di desanya sangatlah keras. Pada masa kecilnya Saddam seringkali keluar rumah dengan membawa senjata sebagai alat membela diri karena sering terjadi bentrokan antar teman sebayanya. Pada usia 16 tahun ia menjadi ketua geng jalanan dan pada usia 17 tahun ia dipenjara selama enam bulan karena kasus pembunuhan. Pada usia 19 tahun, Saddam berkomplot dengan para pemberontak untuk menumbangkan monarki yang berkuasa dan pada usia 21 tahun ia melakukan percobaan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Irak. Saat berumur 20 tahun Saddam Hussein terjun ke dunia politik dengan bergabung dalam Partai Ba'ath.

AKSI-AKSI SADDAM HUSSEIN

1. Saddam memiliki peran yang sangat penting dalam kudeta yang dilakukan oleh Partai Ba'ath terhadap Presiden Irak saat itu, Abdul Rahman Arif pada tahun 1968. Kudeta tersebut dipimpin oleh ketua Partai Ba'ath, Hassan Al-Bakri yang merupakan sepupu Saddam Hussein. Setelah kesuksesan kudeta tersebut, Jendral Ahmed Hasan Al-Bakri mengangkat dirinya sebagai Presiden daqn menjadikan Saddam Hussein sebagai wakilnya dan menduduki posisi tersebut selama 15 tahun. Selama menjabat sebagai wakil Presiden ia melakukan berbagai aksi represif terhadap rakyat Irak. Setelah semakin berkuasa, Saddam menyingkirkan Hasan dan merebut posisinya sebagai Presiden dan pemimpin Partai Ba'ath.

2. Tidak lama setelah Saddam menjadi pemimpin Partai Ba'ath, dia melakukan pembersihan besar-besaran dalam tubuh Partai. Setiap orang yang menantangnya dibunuh. Para ulama penentangnya juga disiksa dalm penjara lalu kemudian dibunuh. Selama 35 tahun menjadi pemimpin Partai Ba'ath, dia melakukan berbagai pembunuhan massal terhadap rakyat Kurdi di Irak Utara dan rakyat Syiah di Irak Selatan.

3. Saddam Hussein yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat melakukan invasi ke Iran pada tahun 1980, segera setelah kemenangan revollusi Islam Iran yang menumbangkan raja boneka AS, Shah Pahlevi. Karena AS tidak bisa lagi mengeksploitasi kekayaan alam Iran maka mereka bersama negara-negara barat lainnya memberikan bantuan politik dan dana kepada Saddam Hussein untuk memproduksi senjata pembunuh massal yang digunakan dalam penyerangan terhdap Iran. Meski Iran mengalami banyak kesulitan berperang melawan Irak, namun akhirnya setelah 8 tahun berperang Iran dapat menggagalkan usaha Saddam menginvasi Iran. Hasilnya Iran kembali merdeka meskipun mengalami ketertinggalan pembangunan.

4. Setelah gagal dalam usahanya menguasai Iran, Saddam mulai dikhianati oleh Amerika Serikat. Dalam Perang Teluk (1991), Saddam menyerang Kuwait dengan tujuan menguasai ladang-ladang minyak disana, Namun, AS malah menggalang pasukan Multinasional untuk membela Kuwait. Hasilnya, pasukan Saddam dengan mudahnya dapat dipukul mundur.

5. Akibat kekalahan di Perang Iran-Irak sertadi Perang Teluk, posisi Saddam melemah. Keadaan tersebut dimanfaatkan sebagian bangsa Irak untuk memberontak. Namun, tiba-tiba serangan pasukan AS terhadap pasukan Saddam dihentikan sehingga Saddam dapat berkonsentrasi mengatasi warganya yang memberontak.

6. Namun tak lama kemudian Amerika Serikat memimpin gerakan Internasional untuk mengembargo Irak. Tentu saja yang sengsara akibat embargo tersebut adalah rakyat kecil. Embargo tersebut berlangsung selama kurang lebih 12 tahun.

7. Pada tahun 2003 Amerika Serikat melakukan agresi ke Irak dengan tujuan utama untuk menggulingkan Saddam. Akhirnya berkat invasi Irak tersebut pasukan-pasukan AS berhasil menangkap Saddam pada 13 Desember 2003. Namun, setelah berhasil menangkap Saddam Hussein, Amerika Serikat bersama Inggris tetap bercokol di negri itu dan menimpakan penderitaan. Bahkan sampai sekarang ini.

Sebelum tiga aksi terkhir diatas, pada tahun 1982 Saddam Hussein memerintahkan pembunuhan terhadap 150 orang Muslim Syiah.

Kematian Saddam Hussein.
 Masa jabatan Saddam sebagai Presiden Irak yang berawal dari 16 Juli 1979 akhirnya berakhir pada 9 April 2003. Dan setelah penangkapannya pada 13 Desember 2003, pada 5 November 2006 Saddam dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung kepalanya atas kejahatan terhadap umat manusia.
Pada 26 Desember 2006, Mahkamah Agung di Irak mengatakan untuk segera melakukan vonis yang telah dijatuhkan. Pada 30 Desember 2006, Sadddam Hussein pun dieksekusi.

Dua minggu kemudian tepatnya tanggal 15 Januari 2007, dua pembunuhan yaitu Ketua Dewan Revolusioner Irak, Awad Ahmed Al-Bandar dan Kepala Dinas Intelejen, Barzan Ibrahim Al-Tikrit yang merupakan saudara tiri Saddam menjalani hukuman gantung.

Kamis, 08 Mei 2014

Teks Eksposisi Prosedur: Cara Membuat Pizza Mie

Zaman sekarang terdapat bermacam-macam jenis masakan, baik tradisional maupun masakan yang diadaptasi dari luar negeri. Warung-warung makan berjejeran di pinggiran jalan menjajakan bergam kuliner. Zaman sekarang orang-orang memang lebih memilih makanan cepat saji dengan alasan agar praktis dan  menghemat waktu. Padahal, dengan bahan seadanya dan tanpa keahlian memasak pun kita dapat membuat masakan yang lezat serta bergizi. Contohnya membuat pizza mie.

Yang kita butuhkan untuk membuat pizza mie adalah mie goreng, telur, dan kornet. Untuk memasaknya yang harus kita lakukan adalah:
  1. Didihkan air sampai panas lalu masak mie sampai setengah matang.
  2. Panaskan minyak goreng di wadah yang berbeda.
  3. Goreng telur bersama dengan kornet dan mie tadi.
  4. Pizza mie siap dihidangkan.

Sabtu, 03 Mei 2014

Curahan si Kaki Empat

kakiku empat namun 'tak berjari
punggungku yang coklat jadi alas menebar benci
'tiap detik dalam menit kupikul selapis kaca dan selusin amplop
'tak begitu berat memang
hanya saja bebanku ini ditambah dosa keji pemilikku

sikut tajam tikus berdasi selalu terasa di pundakku
bahkan tanpa bola mata kulihat sepasang sepatu mahal dibawahku
aku tahu itu pasti alas kaki si jutawan
yang selama ini menelan lembaran dollar rakyatnya
hanya menambah bebanku dengan kezalimannya
benar-benar 'tak tahu malu!

tapi masih kusyukuri nasib payah milikku ini
karena tanpa mata aku 'tak perlu saksikan transaksi dosa para bangsawan
dan tanpa telinga aku 'tak harus dengar dialog tawar menawar

mungkin inilah takdirku
takdir meja usang di ruang kerja para penguasa