Saddam Hussein Abdul Majid Al-Tikriti atau lebih dikenal dengan nama Saddam Hussein lahir pada tanggal 28 April 1937 di kota Al-Awja, Irak. Dia terlahir di lingkungan penggembala dan keluarganya sendiri merupakan keluarga gembala. Ibunya, Subha Tulfah Al-Mussalat, memberikan nama "Saddam" yang dalam bahasa Arab berarti "dia yang menantang". Sedangkan nama lengkapnya sendiri, Hussein (nama kecil ayahnya), Abdul Majid (nama akakeknya), dan Al-Tikriti (nama sebuah kota yang jaraknya sekitar 13 km dari tempat ia dilahirkan).
Saddam tidak pernah mengenal ayahnya yang menghilang enam bulan sebelum ia dilahirkan. Saat masih dalam kandungan, Ibunya mengalami depresi hebat akibat kematian kakak Saddam yang saat iru berusia 13 tahun karena penyakit kanker. Bahkan ibunda Saddam pernah berusaha melakukan bunuh diri untuk menggagalkan kehamilannya meskipun tidak berhasil. Setelah lahir Saddam dikirim ke keluarga paman ibunya, Khairallah Talfah, hingga ia berusia 3 tahun.
Kehidupan di desanya sangatlah keras. Pada masa kecilnya Saddam seringkali keluar rumah dengan membawa senjata sebagai alat membela diri karena sering terjadi bentrokan antar teman sebayanya. Pada usia 16 tahun ia menjadi ketua geng jalanan dan pada usia 17 tahun ia dipenjara selama enam bulan karena kasus pembunuhan. Pada usia 19 tahun, Saddam berkomplot dengan para pemberontak untuk menumbangkan monarki yang berkuasa dan pada usia 21 tahun ia melakukan percobaan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Irak. Saat berumur 20 tahun Saddam Hussein terjun ke dunia politik dengan bergabung dalam Partai Ba'ath.
AKSI-AKSI SADDAM HUSSEIN
1. Saddam memiliki peran yang sangat penting dalam kudeta yang dilakukan oleh Partai Ba'ath terhadap Presiden Irak saat itu, Abdul Rahman Arif pada tahun 1968. Kudeta tersebut dipimpin oleh ketua Partai Ba'ath, Hassan Al-Bakri yang merupakan sepupu Saddam Hussein. Setelah kesuksesan kudeta tersebut, Jendral Ahmed Hasan Al-Bakri mengangkat dirinya sebagai Presiden daqn menjadikan Saddam Hussein sebagai wakilnya dan menduduki posisi tersebut selama 15 tahun. Selama menjabat sebagai wakil Presiden ia melakukan berbagai aksi represif terhadap rakyat Irak. Setelah semakin berkuasa, Saddam menyingkirkan Hasan dan merebut posisinya sebagai Presiden dan pemimpin Partai Ba'ath.
2. Tidak lama setelah Saddam menjadi pemimpin Partai Ba'ath, dia melakukan pembersihan besar-besaran dalam tubuh Partai. Setiap orang yang menantangnya dibunuh. Para ulama penentangnya juga disiksa dalm penjara lalu kemudian dibunuh. Selama 35 tahun menjadi pemimpin Partai Ba'ath, dia melakukan berbagai pembunuhan massal terhadap rakyat Kurdi di Irak Utara dan rakyat Syiah di Irak Selatan.
3. Saddam Hussein yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat melakukan invasi ke Iran pada tahun 1980, segera setelah kemenangan revollusi Islam Iran yang menumbangkan raja boneka AS, Shah Pahlevi. Karena AS tidak bisa lagi mengeksploitasi kekayaan alam Iran maka mereka bersama negara-negara barat lainnya memberikan bantuan politik dan dana kepada Saddam Hussein untuk memproduksi senjata pembunuh massal yang digunakan dalam penyerangan terhdap Iran. Meski Iran mengalami banyak kesulitan berperang melawan Irak, namun akhirnya setelah 8 tahun berperang Iran dapat menggagalkan usaha Saddam menginvasi Iran. Hasilnya Iran kembali merdeka meskipun mengalami ketertinggalan pembangunan.
4. Setelah gagal dalam usahanya menguasai Iran, Saddam mulai dikhianati oleh Amerika Serikat. Dalam Perang Teluk (1991), Saddam menyerang Kuwait dengan tujuan menguasai ladang-ladang minyak disana, Namun, AS malah menggalang pasukan Multinasional untuk membela Kuwait. Hasilnya, pasukan Saddam dengan mudahnya dapat dipukul mundur.
5. Akibat kekalahan di Perang Iran-Irak sertadi Perang Teluk, posisi Saddam melemah. Keadaan tersebut dimanfaatkan sebagian bangsa Irak untuk memberontak. Namun, tiba-tiba serangan pasukan AS terhadap pasukan Saddam dihentikan sehingga Saddam dapat berkonsentrasi mengatasi warganya yang memberontak.
6. Namun tak lama kemudian Amerika Serikat memimpin gerakan Internasional untuk mengembargo Irak. Tentu saja yang sengsara akibat embargo tersebut adalah rakyat kecil. Embargo tersebut berlangsung selama kurang lebih 12 tahun.
7. Pada tahun 2003 Amerika Serikat melakukan agresi ke Irak dengan tujuan utama untuk menggulingkan Saddam. Akhirnya berkat invasi Irak tersebut pasukan-pasukan AS berhasil menangkap Saddam pada 13 Desember 2003. Namun, setelah berhasil menangkap Saddam Hussein, Amerika Serikat bersama Inggris tetap bercokol di negri itu dan menimpakan penderitaan. Bahkan sampai sekarang ini.
Sebelum tiga aksi terkhir diatas, pada tahun 1982 Saddam Hussein memerintahkan pembunuhan terhadap 150 orang Muslim Syiah.
Kematian Saddam Hussein.
Masa jabatan Saddam sebagai Presiden Irak yang berawal dari 16 Juli 1979 akhirnya berakhir pada 9 April 2003. Dan setelah penangkapannya pada 13 Desember 2003, pada 5 November 2006 Saddam dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung kepalanya atas kejahatan terhadap umat manusia.
Pada 26 Desember 2006, Mahkamah Agung di Irak mengatakan untuk segera melakukan vonis yang telah dijatuhkan. Pada 30 Desember 2006, Sadddam Hussein pun dieksekusi.
Dua minggu kemudian tepatnya tanggal 15 Januari 2007, dua pembunuhan yaitu Ketua Dewan Revolusioner Irak, Awad Ahmed Al-Bandar dan Kepala Dinas Intelejen, Barzan Ibrahim Al-Tikrit yang merupakan saudara tiri Saddam menjalani hukuman gantung.