Sabtu, 03 Mei 2014

Curahan si Kaki Empat

kakiku empat namun 'tak berjari
punggungku yang coklat jadi alas menebar benci
'tiap detik dalam menit kupikul selapis kaca dan selusin amplop
'tak begitu berat memang
hanya saja bebanku ini ditambah dosa keji pemilikku

sikut tajam tikus berdasi selalu terasa di pundakku
bahkan tanpa bola mata kulihat sepasang sepatu mahal dibawahku
aku tahu itu pasti alas kaki si jutawan
yang selama ini menelan lembaran dollar rakyatnya
hanya menambah bebanku dengan kezalimannya
benar-benar 'tak tahu malu!

tapi masih kusyukuri nasib payah milikku ini
karena tanpa mata aku 'tak perlu saksikan transaksi dosa para bangsawan
dan tanpa telinga aku 'tak harus dengar dialog tawar menawar

mungkin inilah takdirku
takdir meja usang di ruang kerja para penguasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar